Langsung ke konten utama

PERIHAL CHILDFREE

Cristofer Samsuri:
Shalom pak. Saya ingin bertanya, bagaimana pandangan teologi Reformed tentang childfree?
 
MYM:
Itu melawan Alkitab. Pernikahan adalah institusi yang diciptakan Tuhan untuk kemuliaan diri-Nya. Di dalam pernikahan itu ada dua hal penting: Pertama, persekutuan suami istri sedemikian rupa di hadapan Tuhan. Istilah "keduanya menjadi satu daging" (Kej. 2:24) merujuk pada hubungan seksual suami isteri. Artinya, di sini adalah menikmati persekutuan dan kesenangan di dalam Tuhan. Ini penting dan menjadi faktor pemberi refreshing dan kegembiraan (fungsi rekreasi) bagi suami istri sehingga dalam menjalankan tugas (mandat budaya) sesuai panggilan Tuhan di dunia ini (untuk konteks Adam: Memelihara Taman Eden, Kej. 2:15, juga seluruh bumi, Kej. 1:28, dan untuk konteks kita, di bidang pekerjaan kita masing-masing), kita melakukannya dengan penuh gairah dan kesegaran.

Kedua, pernikahan juga ditujukan untuk beranakcucu dan bertambah banyak, agar manusia bisa memenuhi bumi sehingga bisa mengusahakan dan membudidayakan bumi (Kej. 1:28). Jadi, fungsi pernikahan, di samping rekreasi, juga adalah prokreasi. Ketika anda yang sudah menikah memilih childfree padahal mampu untuk memiliki anak, baik secara fisik dan mental, ITU ADALAH DOSA. Untuk masalah ekonomi, hanya butuh penyesuaian saja. Kalau kapasitas ekonomi anda kecil saja, maka cukup satu atau dua anak. Kalau kapasitas ekonominya lumayan atau besar, maka harus punya anak lebih banyak. Dalam sepanjang sejarah kekristenan selalu berkembang dengan dua cara, pertama pemberitaan Injil, kedua orang-orang Kristen beranakcucu dan bertambah banyak.



Dukungan untuk pelayanan GKKR:

-BRI 042901001255569 A/N Gerakan Kebangunan Kristen   Reformed
-Bank Mandiri 1440023568782 A/N Gerakan Kebangunan   Kristen   Reformed
 Konfirmasi: WA Bendahara 082132132361

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Muriwali Yanto Matalu (MYM)

Muriwali Yanto Matalu (MYM) adalah seorang penulis serta pendiri dan ketua Yayasan  GKKR  (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed) , juga pendeta di Gereja Gereja Reformasi di Indonesia (GGRI). Lahir di Melolo, Sumba Timur, NTT, pada tanggal 2 Januari 1972. Saat ini sedang menyelesaikan studi doktoral (Th.D.) di Kairos University, US. Menyelesaikan S1 teologi di STT Salem, Malang, 2006. Menyelesaikan M.A. dalam bidang teologi (Master of Intercultural Reformed Theology – MIRT) di Theologische Universiteit Kampen (sekarang Theologische Universiteit Utrecht setelah berpindah ke kota Utrecht), The Netherlands, 2016.  Menikah dengan Weny Kartika Sari dan dikaruniai dua orang anak: Abraham Umbu Nattar Matalu dan Hollanda Rambu Hunggujawa Matalu. Articles in Journals: 1.        "The Significance of the Propositional Truths in Christian Faith." Verbum Christi Vol. 3, No. 1 (2016): 71-89. 2.        "The Significa...

Apa Itu GKKR?

GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed) dimulai oleh  Muriwali Yanto Matalu beberapa bulan sebelum menyelesaikan program sarjana teologi di STT SALEM Malang, tepatnya pada tanggal 6 Maret 2006. Gerakan ini adalah satu gerakan kebangunan teologi sistematika dan apologetika Reformed yang dikombinasikan dengan penginjilan, kebangunan rohani, dan mandat budaya. GKKR adalah yayasan berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham.  VISI & MISI Kami melihat bahwa kondisi Kekristenan saat ini baik di dalam iman sejati, pengetahuan akan kebenaran firman, maupun kehidupan moralnya, sungguh sangat menurun. Teologi Liberal masih bercokol di dalam gereja-gereja tertentu dan penekanan pada emosi secara ekstrim di dalam Gerakan Kharismatik menghasilkan kekacauan doktrin sehingga melemahkan iman Kristen yang sejati. Bangkitnya Gerakan Zaman Baru ( New Age Movement ) yang bersifat panteis, yakni percaya bahwa segala sesuatu adalah allah, dan filsafat postmodern yang memaksa kemutlakan ke...

Apa Itu Apologetika Kristen?

Pengertian apologetika Apologetika berasal dari kata apologia (απωλογια) dalam bahasa Yunani yang berarti a justification (satu pembenaran) atau a defense (satu pembelaan atau pertahanan). [1] Maka apologia atau apologetika dapat diartikan sebagai satu pembelaan terhadap pandangan atau posisi ataupun tindakan-tindakan kita. [2] Jadi, jika dikaitkan dengan iman, maka aplogetika adalah pembelaan atas apa yang kita imani sebagai orang Kristen, yakni pasal-pasal kepercayaan atau pengakuan iman, dan juga ajaran atau doktrin yang kita pegang. Apakah membela iman Kristen itu perlu? Charles Spurgeon pernah berkata bahwa Alkitab tidak perlu dibela sama seperti seekor singa tidak perlu dibela. Di dalam satu pernyataannya, dia berkata, “Firman Allah dapat menjaga dirinya sendiri, dan akan melakukan hal itu jika kita mengkhotbahkannya, dan berhentilah membelanya. Lihatlah seekor singa. Mereka telah mengurungnya di dalam kandang untuk menjaganya; menutupnya di balik jeruji-jeruji besi untuk m...