Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Menjawab Serangan Katolik: Protestan Terpecah-Belah

Laga Feri Y. Pak Pdt, saya mau bertanya, Katolik dengan bangganya berkata kami sejak dahulu tetap satu tidak seperti Protestan yang terpecah-pecah dengan berbagai macam denominasi, upah dari suatu pembangkangan. Bagaimana menyingkapi hal ini?   MYM: Kesatuan gereja itu bukan kesatuan organisasi dengan satu pemimpin tunggal seperti Paus. Kesatuan gereja itu haruslah kesatuan iman yang didasarkan pada Kitab Suci yang sama, kesatuan ajaran/doktrin, dan kesatuan di dalam kehidupan moral yang baik. Katolik Roma sendiri walaupun kelihatan satu organisasi tetapi gado-gado pandangan teologi dan etikanya. Ada yang liberal seperti Paus Fransiskus, bahkan ada yang mendukung LGBTQ seperti Rm. James Martin, SJ. dari Ordo Jesuit Amerika, namun ada juga yang konservatif dan memiliki pemahaman teologi yang dekat dengan Protestan Reformed seperti Paus Leo XIV.   Kemudian ada juga yang menjadi pemimpin Gerakan Kharismatik seperti Cardinal Léon-Joseph Suenens (untuk anda ketahui, sebagia...

PERIHAL CHILDFREE

Cristofer Samsuri: Shalom pak. Saya ingin bertanya, bagaimana pandangan teologi Reformed tentang childfree?   MYM: Itu melawan Alkitab. Pernikahan adalah institusi yang diciptakan Tuhan untuk kemuliaan diri-Nya. Di dalam pernikahan itu ada dua hal penting: Pertama, persekutuan suami istri sedemikian rupa di hadapan Tuhan. Istilah "keduanya menjadi satu daging" (Kej. 2:24) merujuk pada hubungan seksual suami isteri. Artinya, di sini adalah menikmati persekutuan dan kesenangan di dalam Tuhan. Ini penting dan menjadi faktor pemberi refreshing dan kegembiraan (fungsi rekreasi) bagi suami istri sehingga dalam menjalankan tugas (mandat budaya) sesuai panggilan Tuhan di dunia ini (untuk konteks Adam: Memelihara Taman Eden, Kej. 2:15, juga seluruh bumi, Kej. 1:28, dan untuk konteks kita, di bidang pekerjaan kita masing-masing), kita melakukannya dengan penuh gairah dan kesegaran. Kedua, pernikahan juga ditujukan untuk beranakcucu dan bertambah banyak, agar manusia bisa meme...

Penyaliban Yesus Rencana Iblis?

Hermanto Simanjuntak: Apakah Iblis merencanakan penyaliban Yesus? Jelas tidak. Allah merencanakan. Apakah Iblis ikut terlibat untuk mensukseskan rencana penyaliban Yesus?   MYM: Baik Allah dan Iblis, keduanya memiliki rencana masing-masing. Dalam kekekalan Allah merencanakan dan mendekritkan bahwa Sang Anak akan mati disalib oleh orang-orang Yahudi dan tentara Romawi yang dipakai oleh Setan, dan dengan demikian penebusan dosa dapat dilakukan. Nah, ketika waktu kematian Yesus sesuai dengan rencana Allah sudah dekat, orang-orang Yahudi yang dipakai Setan ini, yakni pemuka agama, para imam, orang-orang Farisi, dll., berencana dan bermufakat untuk membunuh Yesus, dan akhirnya mereka berteriak, "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Tetapi, tanpa mereka sadari, apa yang mereka rencanakan dan lakukan justru sedang menggenapi rencana Allah yang kekal mengenai penyaliban Yesus demi penebusan dosa manusia.   Apa beda rencana Allah dan rencana Iblis melalui orang-orang yang dipakai ...