PH:
Shalom pak, izin bertanya, apakah bayi/balita yg meninggal
memperoleh keselamatan ? Saya beberapa kali menemukan pendapat
beberapa apologet Kristen lain di era skrg yg memakai 2 Samuel 12 : 23 sbg
rujukan keselamatan bayi, tpi buat saya itu tidak jelas ayatnya jika menjadi
rujukan dri topik ini, bahkan tidak menulis apakah Raja Daud akan bertemu
anaknya di sorga atau tidak (terlepas dri pandangan Kristen mengenai ketaatan
Daud) Bagaimana Alkitab menjelaskan apakah bayi yg meninggal memperoleh
keselamatan atau tidak?Terima kasih pak, Tuhan Yesus memberkati hidup dan
pelayanan Bapak.
MYM:
Berikut beberapa pandangan teologi
Reformed mengenai keselamatan bayi yang meninggal:
a) Semua bayi (anak orang percaya dan
tidak percaya) pasti masuk surga karena mereka belum melakukan dosa secara
aktual. Mengenai dosa asal, itu sudah dibereskan oleh Kristus di atas Salib.
Bahkan pandangan semacam ini mengatakan bahwa seluruh bayi yang meninggal
adalah orang-orang pilihan yang sudah dipredestinasikan untuk selamat. John
Newton, Ronald Nash, dan Stephen Tong memegang pandangan semacam ini.
b) Pandangan bahwa seluruh bayi yang
meninggal, yang lahir dalam keluarga perjanjian Allah (keluarga Kristen) akan
diselamatkan, karena mereka sudah tercakup dalam perjanjian itu. Tapi, ini
jangan diartikan bahwa semua anak keluarga Kristen pasti selamat, karena ini
hanya berlaku pada bayi yang meninggal. Sedangkan anak-anak orang percaya yang
hidup sampai besar, tetap harus mengaku iman (SIDI) agar kita dapat memahami
bahwa mereka sudah diselamatkan. Yang tak pernah mengaku percaya, dan bahkan
meninggalkan gereja, e.g. masuk agama lain, tak akan diselamatkan walaupun
mereka lahir dalam keluarga perjanjian. Teolog Reformed Belanda-Amerika seperti
Louis Berkhof, Anthony Hoekema, dan rata-rata gereja Reformed di Belanda,
menerima pandangan kedua ini. Tetapi yang paling komprehensif mengajarkan topik
ini adalah teolog Klaas Schilder, pendiri (atau lebih tepatnya pemecah)
Theological University Kampen, Belanda, tempat dimana saya studi teologi.
3) Pandangan bahwa semua bayi yang
dipredestinasikan untuk selamat akan selamat, sedangkan yang tidak
dipredestinasikan, tak akan selamat. Kelihatannya, Abraham Kuyper memegang
pandangan ini, berdasarkan apa yang saya baca di dalam bukunya, "Lectures
on Calvinism."
Saya sendiri memfavoritkan pandangan
Kuyper ini, oleh karena bagi saya, pandangan pertama dan kedua sudah tercakup
di dalamnya. Intinya adalah predestinasi.
(Dari tanya jawab di group FB
"Studi Reformed MYM")
Dukungan untuk pelayanan GKKR:
-BRI 042901001255569 A/N Gerakan Kebangunan Kristen Reformed
-Bank Mandiri 1440023568782 A/N Gerakan Kebangunan Kristen Reformed
Konfirmasi: WA Bendahara 082132132361
Komentar
Posting Komentar