Langsung ke konten utama

Siapa yang Menciptakan Tuhan?: Menanggapi Hasanudin Abdurakhman

Hasanudin Abdurakhman:

Ketololan John Lennox
    John Lennox adalah orang Inggris, profesor matematika. Ia ilmuwan dengan reputasi yang tidak terbantahkan. Tapi pada saat yang sama, dia juga adalah seorang Kristen aplogetik. Ia menggunakan sains untuk membenarkan agamanya.
    Dari berbagai video dia yang pernah saya saksikan, ketika bicara soal Tuhan dan agama, ia jatuh menjadi seorang pakar gathukan. Salah satu yang ia gathukkan adalah ketika ia memaksakan eksistensi DNA sebagai "kata-kata", dan ia hubungkan dengan konsep Logos. Konyol sekali.
    Tadi saya lihat lagi videonya. Ia mencoba membantah pertanyaan soal "siapa yang menciptakan Tuhan". Menurut dia, pertanyaan itu tidak valid. Ia secara khusus menyerang Dawkins yang mengatakan bahwa Tuhan adalah hasil ciptaan manusia. Lennox, lucunya, mengakui soal itu. Bahwa ada memang tuhan-tuhan ciptaan manusia, yang disebut berhala, katanya. Cuma, dia menolak kalau Tuhan dia adalah ciptaan manusia.
    Tuhan itu abadi, katanya. Jadi, menanyakan siapa pencipta Tuhan adalah pertanyaan yang salah konsep. Lennox terus mengulang frasa sejenis itu, dengan melupakan satu fakta: bahwa definisi "Tuhan itu abadi", atau apapun definisi tentang Tuhan adalah ciptaan manusia.
    Ia bicara soal Tuhan dia, yang menurut dia bukan tuhan ciptaan manusia. Padahal seorang profesor seharusnya bisa membaca sejarah bahwa Tuhan menurut Judaisme yang konsepnya diadopsi Kristen itu juga Tuhan hasil produk evolusi budaya.

MYM:
    Hasanudin Abdurakhman, anda bilang John Lenox bodoh karena dia bilang bahwa pertanyaan mengenai siapa yang menciptakan Tuhan tidak relevan atau merupakan pertanyaan yang salah? Betul bahwa ada konsep "tuhan" yang sengaja diciptakan oleh manusia. Namun, sesungguhnya Tuhan sejati yang tidak diciptakan manusia juga benar-benar eksis. Itu yang kami orang Kristen percayai. Tetapi seandainya anda tidak percaya mengenai keberadaan Tuhan yang tidak diciptakan manusia, dan seandainya ketidakpercayaan anda itu benar, perkataan John Lenox yang mengatakan Tuhan itu abadi maka tak perlu mempertanyakan siapa penciptaNya, tetap merupakan pernyataan yang rasional. Artinya jika Tuhan itu abadi (sesuai dengan definisi Kristen), maka sesuai dengan definisi itu, adalah satu kebodohan ketika mempertanyakan penciptanya. Sama seperti jika anda kehilangan pisang goreng anda di meja makan, lalu seseorang mengaku (entah dia jujur atau tidak) telah memakan pisang goreng itu, maka adalah satu kebodohan jika pertanyaan yang keluar dari mulut anda adalah "Siapa yang telah memakannya?" Pertanyaan rasional yang relevan dengan pengakuan orang itu adalah, "Mengapa engkau memakannya?"
    Jadi, sorry, bukan John Lenox yang bodoh, tapi otak anda yang nggak nyampe.
(Dari postingan FB Hasanudin Abdurakhman dan postingan FB MYM)


Dukungan untuk pelayanan GKKR:

-BRI 042901001255569 A/N Gerakan Kebangunan Kristen   Reformed
-Bank Mandiri 1440023568782 A/N Gerakan Kebangunan   Kristen   Reformed
 Konfirmasi: WA Bendahara 082132132361

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Muriwali Yanto Matalu (MYM)

Muriwali Yanto Matalu (MYM) adalah seorang penulis serta pendiri dan ketua Yayasan  GKKR  (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed) , juga pendeta di Gereja Gereja Reformasi di Indonesia (GGRI). Lahir di Melolo, Sumba Timur, NTT, pada tanggal 2 Januari 1972. Saat ini sedang menyelesaikan studi doktoral (Th.D.) di Kairos University, US. Menyelesaikan S1 teologi di STT Salem, Malang, 2006. Menyelesaikan M.A. dalam bidang teologi (Master of Intercultural Reformed Theology – MIRT) di Theologische Universiteit Utrecht, The Netherlands, 2016. Articles in Journals: 1.        "The Significance of the Propositional Truths in Christian Faith." Verbum Christi Vol. 3, No. 1 (2016): 71-89. 2.        "The Significance of the Van Tillian Method in Apologetics with an Example of Argument to Muslims." Verbum Christi Vol. 3, No. 2 (2016): 284-304. 3.        "A Christian Response to Shankara's Doc...

Apa Itu GKKR?

GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed) dimulai oleh  Muriwali Yanto Matalu beberapa bulan sebelum menyelesaikan program sarjana teologi di STT SALEM Malang, tepatnya pada tanggal 6 Maret 2006. Gerakan ini adalah satu gerakan kebangunan teologi sistematika dan apologetika Reformed yang dikombinasikan dengan penginjilan, kebangunan rohani, dan mandat budaya. GKKR adalah yayasan berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham.  VISI & MISI Kami melihat bahwa kondisi Kekristenan saat ini baik di dalam iman sejati, pengetahuan akan kebenaran firman, maupun kehidupan moralnya, sungguh sangat menurun. Teologi Liberal masih bercokol di dalam gereja-gereja tertentu dan penekanan pada emosi secara ekstrim di dalam Gerakan Kharismatik menghasilkan kekacauan doktrin sehingga melemahkan iman Kristen yang sejati. Bangkitnya Gerakan Zaman Baru ( New Age Movement ) yang bersifat panteis, yakni percaya bahwa segala sesuatu adalah allah, dan filsafat postmodern yang memaksa kemutlakan ke...

Apa Itu Apologetika Kristen?

Pengertian apologetika Apologetika berasal dari kata apologia (απωλογια) dalam bahasa Yunani yang berarti a justification (satu pembenaran) atau a defense (satu pembelaan atau pertahanan). [1] Maka apologia atau apologetika dapat diartikan sebagai satu pembelaan terhadap pandangan atau posisi ataupun tindakan-tindakan kita. [2] Jadi, jika dikaitkan dengan iman, maka aplogetika adalah pembelaan atas apa yang kita imani sebagai orang Kristen, yakni pasal-pasal kepercayaan atau pengakuan iman, dan juga ajaran atau doktrin yang kita pegang. Apakah membela iman Kristen itu perlu? Charles Spurgeon pernah berkata bahwa Alkitab tidak perlu dibela sama seperti seekor singa tidak perlu dibela. Di dalam satu pernyataannya, dia berkata, “Firman Allah dapat menjaga dirinya sendiri, dan akan melakukan hal itu jika kita mengkhotbahkannya, dan berhentilah membelanya. Lihatlah seekor singa. Mereka telah mengurungnya di dalam kandang untuk menjaganya; menutupnya di balik jeruji-jeruji besi untuk m...